Sekali pembohong tetap pembohong.
Apa sebenarnya yang ada di dalam pikiran seseorang ketika
dia berbohong? Bener2 heran aku ngeliat makhluk yang satu itu. Tindakan dan
omongannya nggak sesuai. Omongan dan kenyataannya berbeda. Agak gila kurasa (Astaghfirullah...)
Terserah mo percaya ato nggak. Tapi, aku adalah orang yang
sangat menjunjung tinggi kejujuran. Makanya aku setuju banget sama pepatah, “Sampaikanlah
kejujuran meskipun itu pahit “. Nah kalo untuk sesuatu yang nggak pahit pun
bisa berbohong apalagi untuk yang pahit beneran? Buat aku, berbohong itu
sesuatu yang nggak pantas apalagi kalo dilakukan cuma untuk menyelamatkan diri
sendiri. Nggak perlu pake’ topeng, nggak perlu mengumbar kata manis cuma untuk
menyenangkan hati seseorang, nggak perlu menutupi kondisi yang sebenarnya untuk
alasan yang nggak jelas, karena semua itu nggak penting!
Dulu, guru SMP-ku pernah bilang, “Sekali berbohong, seumur
hidup orang tak percaya”, dan itu benar sekali saudara-saudara. Seorang pembohong
hanya akan mendapatkan piagam ketidakpercayaan, dan itu menyakitkan. Bukannya tidak
termaafkan, tapi tidak terlupakan. Persis kayak judul lagunya The Corrs: “Forgiven
Not Forgotten”.
Berapa banyak pembohong lagi yang harus kuhadapi dalam hidup
ini? Pembohong yang membohongi orang lain maupun pembohong yang membohongi
dirinya sendiri. Seandainya saja mereka tahu kalau mereka betul2 menyedihkan. Sebab
dunia tidak punya tempat untuk pembohong. Ada Yang Maha Tahu yang akan
menyingkap segalanya. Segala yang tersembunyi atau yang disembunyikan.
For me, a liar is an unaccepted one. No thanks…
Recent Comments